MALAM INI BEGITU MURAM

“Rain … bukain pintunya, aku mohon,” ucapku putus asa bersama ketukan ke pintu yang mungkin sudah kesekian kali, tapi tidak ada satu pun respon yang dia berikan. Apakah dia marah kepadaku karena kejadian beberapa hari yang lalu? Malam itu Rain mengusirku setelah dia merasa melakukan kesalahan yang sangat fatal. Apalagi di depan orang yang dia sayang dan cintai, Jalu. Kami benar-benar tidak sadar melalukannya. Suasana membuat diri kita hanyut, dan ketika kita mencoba untuk terbangun semua terlambat. Karena ada seseorang yang membuat kita merasa tersudut.

Dan malam ini, mobil yang dipakai Rain sudah ada di rumah. Tidak mungkin dia pergi tanpa mobil, apa mungkin dia pergi dengan Jalu? Karena pemikiranku sendiri, sekotak roti brownis di tangan kiri jatuh tanpa terhindari. Dadaku sesak memikirkan Jalu dan Raina secara bersamaan. Benarkah aku mencintai? Tapi, tidak mungkin. Raina bukan tipe perempuan yang mudah digapai. Dia sulit, bahkan sangat sulit. Dia hanya mencintai Jalu, bukan aku. Aku hanya sahabatnya, pendengar keluh kesahnya yang kebetulan dia nyaman dan saking nyamannya aku sampai lupa diri.

Sekotak brownis yang jatuh itu lalu aku tekuri. Tadi aku ke sini dengan harapan bisa minta maaf dengannya, karena pesanku tidak pernah dibalas juga telphonku yang tidak pernah dijawab. Kami jadi asing akhir-akhir ini. Kesalahan itulah yang menjadi sekatntya, dan aku tidak bisa berbuat banyak selain minta maaf. Menemui pun rasanya tak mungkin, dia susah dihubungi bahkan ditemui. Mungkin Raina butuh waktu sendiri, tapi sampai kapan dia menjauhiku? Terduduk aku hingga beberapa menit, meratap dan mencoba menelaah setiap hal yang terjadi. Apa yang harus kulakukan dan apa yang harus kembali kuupayakan?

Kulirik jam tangan, pukul sepuluh lewat lima menit. Jika dia benar-benar pergi bersama Jalu. Mungkin dia akan segera pulang karena waktu sudah larut. Tetapi, aku yang tidak punya hak apa-apa atas Raina, semestinya aku tidak di sini jika benar dia bersama Jalu. Semua hanya akan berimbas pada persahabatan kami yang makin hancur karena aku tidak memberinya pengertian. Kuputuskan untuk meninggalkan sekotak brownis yang sudah hancur seperti perasaanku itu di meja depan. “Maafkan aku untuk kesekian kali, Rain,” ucapku lirih. Lalu aku berjalan ke luar pekarangan.

Belum sampai langkahku di gerbang depan, aku melihat gantungan kunci boneka shark yang jatuh di dekat pot bunga. Ini kunci mobil milik Raina. Tapi kenapa bisa jatuh? Apakah dia tergesa-gesa? Kuputuskan membawa kunci itu dan akan memberikannya esok pagi, dia pasti kebingungan karena kunci mobilnya jatuh. Tanpa pikir panjang, aku mengirim pesan ke Raina jika aku menemukan kunci mobilnya di depan rumah. Siapa tau dia akan membalas pesanku dan mau menemui aku karena hal sepele ini.

Aku mengirim pesan sebelum mobilku melaju membelah sepi kota. Raina tetap tidak membalas pesanku. Ah … bodohnya seorang Emir yang terus menerus mengharap hal yang harusnya dia berkaca sendiri kepada dirinya mengapa semua bisa terjadi dengan sebegitu pelik. Mobilku semakin kencang terpacu, kuabaikan tentang Raina dan semuanya. Malam telah jatuh dan bulan sedang rekah. Aku mengasingkan diri ke tempat paling sunyi tanpa sesiapa yang paham dan mengerti. Selamat malam.

_________________

Ruang pengap dengan satu kursi dan seorang perempuan yang belum sadarkan diri. Dia duduk dengan mulut tersumpal kain dan tangan juga kaki yang ditalikan. Malam ini sepertinya dia akan terlelap dengan pulas dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Wajah ayunya hanya menyimpan ketakutan juga kemuraman. Semoga malam ini bukan akhir dari perjalanan.

●TB.CNTNW●

#sebelas_SebuahKataKerja
– Rainaksara Putri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s