TERSERET DENDAM MASA LALU

Di antara senja yang merekah indah hari ini, kamu adalah kala yang lepas dipeluk semesta. Yang menghadirkan seribu desas-desus rasa tanpa rekayasa. Aku ingin mencintai ketiadaanmu, yang mudah sekali hilang dipeluk ketiadaan senja, fajar, dan malam secara bersamaan. Teruntuk ketiadaan, terima kasih telah mengajarkan kebisuan.

________________

Suara tetes air sisa hujan semalam masih menggenang di belakang tempat duduk seorang perempuan yang pagi ini masih menutup matanya. Duduknya kian condong ke kanan, kaki dan tangan yang diikat juga mulutnya masih tersumpal kain sejak semalam. Rambutnya kusut, wajahnya pun pasi. Tidak ada yang tahu dia hidup atau mati kecuali seseorang yang sejak tadi memperhatikannya lekat-lekat berdiri dan menyilangkan kakinya bertumpu pada tumpukan kerdus tinggi.

“Raina,” ucap lelaki itu lembut, berharap perempuan di hadapannya akan terbangun. “Harusnya kamu tidak merasakan ini jika Nia tidak seegois itu, Raina.” Lelaki itu berkata sendirian dibalik mata kilatnya, ada amarah dan iba yang menggelitiknya secara bersamaan. Ada yang tergerus dengan sedemikian dalam ketika perempuan di depannya menggeliat. Terbangun dari tidur panjangnya dan mencoba membuka kedua kelopak matanya.

Pagi ini, dengan air mata yang sama seperti tadi malam. Raina memohon untuk dibukakan tali yang membuatnya tak mampu bergerak sama sekali. Ikatan itu sangat kuat, jika saja dia berontak lebih tali itu akan membuat kaki dan tangannya terluka. Dia hanya menangis, berulang menangis. Lelaki yang sedari tadi menatap Raina lantas berjalan menuju ke arahnya. Membantunya membuka sumpalan di mulut dan menyunggingkan senyum seolah mengejek.

“Lepaskan saya, Om Rey. Saya tidak tahu permasalahan antara Mama dan Om Rey. Kalau pun Mama membuat salah, Rain ya—” ucapan itu berhenti dikerongkongan. Seorang lelaki yang di panggil Om Rey itu menatap Raina lekat.

“Raina, saya tahu kamu tidak bersalah. Tapi setelah kematian Nia harusnya keturunan satu-satunya juga harus mati di tangan saya. Saya belum puas jika hanya membunuh Nia tapi kamu, kamu masih ada di bumi dan bernapas. Kamu adalah cetakan Nia, dan Nia adalah orang yang saya benci apalagi Mohand. Lelaki biadab yang merebut Nia dari sampingku.” Rey terus berceloteh. Dia sudah memendam sakit hati hampir tiga puluh tahun kepada Nia dan Mohand.

Nia dan Rey dulunya mereka sespasang kekasih, Nia menerima Rey dengan apa adanya meski Rey tidak hadir dari keluarga yang kaya raya. Sedangkan Nia, dia seorang perempuan manis yang datang dari keluarga terpandang. Perselisihan di mulai ketika Nia bekerja di salah satu bank terkenal di kotanya, satu tahun berjalannya waktu semua baik-baik saja termasuk hubungan Nia dan Rey. Namun, menginjak tahun ke dua Nia berubah. Dia menjadi pemurung dan Rey menjadi kualahan menghadapi permintaan Nia yang macam-macam.

Tanpa sadar, pada suatu malam menjelang bulan November. Rey yang menunggangi sepeda motornya sepulang bekerja melihat pemandangan menyakitkan. Nia sedang bersama.dengan Mohand di taman kota. Malam itu langit cerah, tapi hati Rey terasa muram dan mendung. Karena tidak sabar akan sakit hatinya. Rey menghampiri Nia dan Mohand. Dari percakapan serius mereka bertiga dan emosi Rey yang meluap-luap akhirnya diambil kesimpulan bahwa Nia memilih Mohand karena dia mencintai Mohand, lelaki yang dikenalinya tiga bulan terakhir.

Semua sudah menjawab pertanyaan Rey akan berubahnya sikap Nia. Dia tak menyangka jika perempuan yang dia sayang tega melakukan semua itu kepadanya. Dendam itu tersulut begitu saja, sakit itu terus menerus menyerangnya. Rey dilanda kekalutan dan sakit hati secara tiba-tiba. Dia merasa menjadi pecundang yang hanya bisa menjaga jodoh orang lain. Bodohnya dia tak pernah sadar jika sedang dipermainkan di belakang perempuan yang dia sayang setengah mati tiga tahun ini.

Akhirnya, Rey memutuskan pergi dari kota yang membuatnya sakit hati. Dikuburnya semua angan dan kenangan tentang perempuan bernana Nia. Dia menjadi pribadi yang lain setelahnya, menerima semua keputusan meski di dalam hatinya dendam itu tetap membara. Rey juga tahu jika Nia dan Mohand akhirnya menikah setelah satu tahun tepat dia tinggalkan. Rey kini menjadi seorang pembisnis. Di mana-mana namanya masyur di kenal dengan baik oleh para pembisnis yang lain. Dia juga punya istri yang cantik dan dikaruniai seorang anak laki-laki seumuran Raina. Beebrapa tahun kemudian, setelah merasa benar-benar baik. Rey kembali ke kota yang dulu membuat rasa cintanya kepada seseorang terbunuh sia-sia. Dia mengembangkan bisnisnya di tempat ini karena merasa tempat ini cocok bukan karena masa lalunya.

Suatu ketika, dia melihat seorang perempuan yang tidak asing ketika berjalan-jalan mengendari mobilnya bersama anak laki-laki kesayangannya. Dia mendekat tapi di jarak sekitar tiga meter, memastikan jika dia tak salah lihat. Dan benar saja, perempuan itu seorang Nia yang sedang bersama anaknya juga. Tapi tidak bersama Mohand. Dia mengikuti ke mana arah Nia berjalan, tibalah dia di sebuah rumah besar dengan dua tingkat, dengan taman dan halaman yang sangat luas. Rumah besar di pinggir jalan, yang ternyata milik mantan pengkhianat. Menurutnya. Dendam itu kembali menggelitik masa lalunya. Menyerupai biji toge yang tiba-tiba tumbuh kembali.

Hingga tanpa di sadari, Rey bisa melakukan pembunuhan keji itu sendirian tanpa ada yang membantu. Membunuh tanpa terlihat bekas kasusnya karena Rey membuat mobil yang ditumpangi Mohand dan Nia tertabarak papan baliho lalu terbakar. Polisi lalu mengindikasi jika mobil itu kecelakaan sendiri, menerobos lampu jalan dan remnya tidak berfungsi sehingga menabrak dan terjadi percikan api. Dengan cepat api melahap kedua penumpang, Rey pikir di dalam sana juga ada anak mereka. Tapi ternyata tidak, dia masih melihat Raina ketika datang melayat. Dan hari ini, orang yang dia incar selama beberapa waktu telah ada di depannya. Menangis dan memohon pertolongan tanpa ampun. Tapi, Rey tidak semudah itu melepas buruan yang sudah masuk perangkap.

“Menjerit pun tidak akan ada yang tahu kamu di sini, Raina. Percuma. Siapkan dirimu karena kematian semakin dekat.” Kembali, seringai jahat itu terlukis jelas di wajah Reymar. Sebuah ajakan untuk mati bersama atau membunuh dirinya sendiri yang tidak kentara.

#duabelas_SebuahKataKerja

●TB.CNTNW●

– Rainaksara Putri.

2 tanggapan untuk “TERSERET DENDAM MASA LALU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s