MENJEMPUT KEPERGIAN

ada dentang pada bentang yang telentang, meregang nyawa perpisahan di antara besi-besi yang saling berkelekar. dia tergesa-gesa menetapkan waktu, melabuhkan kaki-kaki pada setapak yang lunglai dikuliti sisa pelukan. ada yang tertawa memeluk kedatangan, ada yang terbahak dan munafik menyisihkan sedikit kursi untuk yang disayang.

pada sebuah ruang, jarak beranak pinak pada sekujur tubuh. jeda yang panjang pada mikrofon usang, tanda perpisahan semakin ada dan nyata. kamu mengutuk, aku mengetuk. matamu yang hujan berceceran di setiap gerbong ingatan. melucuti yakin yang sudah ditanam sedari semalam.

jangan ragu, jangan. jarak membisikkan kepulangan, jarak akan kutebas dan kuretas bersama rindu yang terus menyekap kalbu. tertawalah, terbahaklah, perpisahan adalah kenyataan. jangan palingkan wajah, detik akan mencium keningmu dengan mesra bersama langkahku yang semakin tiada.

selamat tinggal, sayang.

-perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s