SEPASANG ALFA

sepi mengetuk pintu, resah menyisip pada bilik kematian yang riuh dan gaduh. raga meremang, pada detik yang berderik. mencoba melawan angkara murka yang bernostalgia lewat separuh napas. ada yang lebih tergesa dan mematikan. tetapi, kekata itu menggantung pada langit kamarmu pukul duabelas lewat delapanbelas menit.

separuh napasmu mengembus pada rindu yang kubuang kebelakang jendela. kita mencari ketiadaan itu. mencoba terus berkata-kata meski bisu tergugu di balik pintu. ada yang benar-benar pergi. bulan yang menggantung di jantungmu dan sepasang rasa yang diembuskan pada peparumu. kita yang terlalu tabah, kini terpekur di bawah hujan yang mulia. mencoba mencari malam yang tiada lagi keresahan.

sedangkan, mata itu semakin meletakkan kesalahan aku dan kamu lewat rasanya. menyeret, menggeser, membuang hingga tiada satu pun yang bisa diselamatkan selain kita–sepasang alfa yang bergerak membunuh angka pada almanak usang.

terima kasih.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s