TUBUH PUISI INI TERLUKA

Sederet kelenggangan berjubah merah di bawah rekah rembulan. Malam menyapa rekayasa yang dibuat tanpa pernah mencoba mendebat. Ada sistem yang terpaksa dimunculkan untuk sebuah kata akad. Memaksa menelanjangi beribu dekap yang dimuat dalam jajaran kebodohan yang dibuat-buat. Ada mata yang tertangkap basah mencuri tulisan, ada telinga yang tertangkap mencuri ucapan.

Mereka kali ini mengimani setiap kekata dari lidah para tetua. Mengantonginya sebagai bekal merusak etika. Suatu waktu semua tampak biasa saja. Hanya satu dari sekian ribu riuh kemerahan yang disematkan pada kepala. Tetapi, semua terus ada. Menjebak sesiapa untuk ikut serta mempercayai apa yang sudah mereka pelajari berhari-hari. Berteriak, memberondong. Penyesatan bagai nyala api yang menjilat-jilat tanpa sebuah perhitungan.

Lalu, semua tampak berubah. Kamu, aku, kita. Semakin lupa akan siapa dan untuk apa aku kamu ada. Kita terbodohi oleh sistem, menerikai kepercayaan masing-masing tanpa tading aling-aling. Selamat datang, kita telah sampai diperadaban semesta. Semua terjatuh tepat di kepala tanpa mampu kita tolak adanya.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s