Pesan-Pesan Kepulangan

Tiba-tiba sebuah seruan menjelma menjadi rindu yang amat terluka. Aku adalah sunyi yang meminta damai pada sebuah pelukan. Aku adalah ketiadaan yang hanya butuh kawan berbincang. Rindu berbisik hari ini. Meminta pertemuan yang lama tak terlaksanakan. Sedangkan kota kenangan jauh dari jangkauan. Pesan-pesan hanya mampu tersampai oleh gawai pintar. Aku ingin menjelma menjadi apa pun hari ini. Aku ingin mendapati ibuku yang menjadi ratu di dapurnya hari ini. Tetapi, rindu hanyalah bahasa jarak. Aku adalah petualang di sini. Di jantung puisi yang kamu baca, yang sedang rindu pelukan ibunya.

– Perempuan Aksara.

4 tanggapan untuk “Pesan-Pesan Kepulangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s