Kutitip Resah Pada Kantukmu Malam Ini

Ada yang melolong di dasar jiwaku yang melompong.

Melankoli waktu menterjemah arti luka pada setiap rasa. Mendewasakan diri agar bisa terus meratapi setiap gagal agar tidak terulang. Aku memilih terpisah dari ruang, menjemput bahagia yang akan aku kemasi esok hari.

Resah yang tumbuh di kepala malam ini. Mengembuskan larik-larik kehilangan yang terus menerus menggaruki perasaan. Ada seseorang yang mengintai tubuh kita lewat jendela-jendela maya yang terbuka. Bodohnya, aku-kamu tak pernah sadar. Hanya diam dan menanti kehancuran secara perlahan.

Titik-titik jeda.

Sebuah resah menggelantung di kepala pada pukul satu pagi. Matamu terkatup di kecupi lelah seharian. Lelah telah usai tetapi resah belum juga selesai. Maka, biarlah resah hidup di dalam serumpun doa-doa juga kantuk yang berserakan di lantai. Lalu aku-kamu memilih menjadi sepasang kehilangan yang telentang di ujung belati fajar.

– Perempuan Aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s