Sunyi yang Hinggap Di Matamu

orang-orang akan terjebak pada matamu sekali lagi. langkah gontai yang terganti oleh buru-buru. juga lemah pada tubuhmu yang layu kekurangan pasokan peluk juga kecup oleh kekasihmu.

daratan pada pipimu kembali gembur sehabis diguyur hujan malam tadi. ketakutan mencengkeram tubuh mungilmu dalam pelukan yang menyakitkan. merajam setiap ingatan pada peristiwa yang tak terhitung angkanya. adalah rasa yang menyakiti. menjebak setiap suka agar masuk dalam duka yang tak terperi.

ohhh malam yang sunyi, aku ingin menitip sedikit kecup untuknya yang tersakiti. pada keningnya yang lapang atau pada bibirnya yang sabit. biar tenang tubuhnya terlelap pada pangkuanmu hari ini. biar tiada lagi siksa dan lara yang menghantui.

sekali lagi, bolehkah aku sedikit mengurai arti sunyi yang menggenapi. mengingat baik-baik hujan pada matanya yang setiap hari datang untuk membasuh luka pada hati.

ah … aku tidaklah bisa abadi. datangku hanya sekejap lalu pergi. tapi aku ingin menetap di sini, sekali lagi, untuk dirinya yang tersakiti.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s