MELODI SEBUAH PELUKAN

aku membayangkan tubuhmu adalah jembatan dan jalanan sedangkan aku adalah pejalan kaki yang sengaja kamu sesatkan sebelum sampai tujuan. ingatan kita adalah tentang apa yang terjatuh dari langit, bulir air mata surga yang menggenang di pelupuk jalan. juga sebuah kecupan yang terlepas dari bibirmu yang tipis.

pada kabut malammu yang dingin, kita saling menceritakan hangatnya romansa dua tubuh yang disetubuhi rindu. mengendap-endap hingga membuat hati terasa terluka dan kecewa. kita pernah merasakannya, menjadi budak waktu yang menyerapah jarak demi sebuah temu. tapi kini, pelukan tertata di atas angan. memenjara tubuh kita untuk tak kembali membuat jeda.

tak perlu aku meminjam sayap untuk datang ke mimpimu lagi setiap malam. sebab jarak tak lagi ukuran kilometer tapi jengkal. aku ada untuk tubuhmu yang hampa, kamu ada untuk tubuhku yang alfa. kita ada untuk menggenapkan kekosongan, membalaskan dendam untuk kangen keparat yang setiap malam menghasut ingatan.

setelahnya, mari kita berkelakar atau melanjutkan ciuman yang tersesat di jalan sebelum persimpangan.

– perempuan aksara.

15 tanggapan untuk “MELODI SEBUAH PELUKAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s