WAKTU RINDU BERCERITA

“aku sedang dirundung musim kangen, daun daun berguguran juga ingatanku yang mulai lepas.”

*
Aku melepaskan pelukmu ketika masenja rekah di bulan Juli. Sebuah kecupan hadir sebelum jarak membelah dua rindu yang akan terasing kembali. Lalu senyummu yang sabit, terbit di bawah hujan air mataku. Mendung menyelimuti tumpukan ragu di dalam dada sebab ada rindu yang belum benar-benar ikhlas melepas. Masih ingin terjebak dalam pelukanmu sekali atau berkali-kali lagi.

Aku akan memeluk malam dengan kekosongan kembali, tanpamu. Aku akan membiarkan tubuhku menjadi alfa kembali setelah kepergianmu. Juga aku akan menjadi sebuah tajuk yang tak terbingkai. Tanpa ada yang memakai. Asing-

*
Pelukan serupa penawar racun kerinduan yang sudah menyebar keseluruh ingatan. Candunya mengalahkan nikotin dan narkotika. Tapi tidak dengan senyummu. Aku telah berpesan untuk kamu datang malam ini, kembali mencintai aku atau tidak sama sekali. Sebab yang aku butuhkan malam ini hanya pelukan. Aku ingin rinduku segera pulang dan tak kembali menjadi beban.

*
Perihal yang paling aku tidak suka dari jarak adalah rindu. Mencintai adalah rindu, menyayangi adalah rindu. Dan sabda-sabda kekasih adalah rindu.

Aku ingin melepaskan perlahan ucapan-ucapan yang lupa aku sisipkan ditelingamu lewat surat-surat yang terlampir di koran. Puisi-puisi itu barangkali adalah surat rindu yang selalu aku harap kamu bacai ketika bosan dengan pekerjaan.

*
Rindu adalah pekerjaan mulia. Menunggu kepulangan kekasih dengan hati berdebar-debar seraya menyiapkan tempat yang rapi untuknya merebah. Adalah rindu yang tak akan pernah berkata palsu. Sebab di dalam jantungnya namaku tersemat dengan anggun serupa bunga mawar yang terus mempesona.

Aku ingin malam bulan Juli itu terulang. Tidak membuat beban sama sekali, hanya saling melepaskan pandang dan memeluk dalam diam. Sebab rindu butuh ruang untuk berbincang, bersenang-senang dan berkasih sayang.

Selamat datang di waktu rindu bercerita-

perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s