OKTOBER YANG PUPUS PADA RINDUMU

Oktober yang pupus diujung matamu. Mengisahkan lelakon kesepian yang mencintai rindunya dan menjaganya untuk orang terkasih. Mahakarya rindu yang bergejolak menolak lupa akan pertemuan dan perjamuan kisah dan kasih yang melipat jarak di antara dua kekisah yang berbeda. Aku telah menekan egoku untuk mencintai dengan keutuhan. Memberikan ruang senyap untukku bernapas tanpamu meski itu susah.

Rindumu bersemayam di dalam jantung persegi, merubah bahagia itu menjadi kedukaan yang tak pernah mau aku rasai. Aku … aku telah membuka pintu-pintu yang tertutup untuk kamu masuki. Aku telah membiarkan ribuan bianglala terbang demi menyambut datang dan pulangmu kembali kepelukan. Tetapi, rinduku kembali piatu.

Selepas kamu membanting pintu dan tak kembali memperlihatkan dirimu. Aku terluka-terpuruk dalam cinta, rindu dan lara yang secara bersamaan menggenapi kealfaan. Aku ingin pulang, aku ingin ingin rumahku kembali, aku ingin semuanya kembali tanpa cela. Apa pun termasuk kamu.

Bolehkah sekali lagi? Sungguh aku mencintai tanpa pernah meragu lagi.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s