PELUKAN PEMBUNUH KESEPIAN

Ketika kamulah alasan mengapa sebuah pelukan harus dituntaskan.

Aku selalu kesepian, di akhir bulan ini aku menunggu kepastian. Memasrahkan raga dan rinduku untukmu saja dan aku berpura-pura menyibukkan diriku dengan apa-apa yang aku sebut rutinitas sembari menunggu tubuhmu pulang kepelukan.

Setiap malam, tanpa alfa.

Aku rindu pelukan-pelukan yang sengaja kamu hidupkan bersama kecupan yang basah di sela kalimat, “aku rindu.” atau aku rindu kepalamu yang sengaja rebah kepundak lalu kamu menceritakan ratusan bahkan ribuan kesibukan dikepalamu.

Sekali lagi, kesibukan mengebiri itu semua. Memberikan jarak kepada aku dan kamu yang sama-sama saling merindukan. Aku ingin kamu hanya untuk aku saja, kekasih. Tanpa kamu bagi dengan siapa pun dan apa pun.

Sebab aku butuh pelukmu sebentar saja, untuk menemani rinduku yang lama kesepian.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s