Pesan Rindu pada Koridor Pagi

Rindu mengucap atas namamu setiap hari. Subuhku yang kesepian, kamu genapi kepergian dengan perlahan. Ada rindu di dalam percakapan yang hampir dua minggu tidak kita laksanakan. serupa menagih-nagih setiap kali moment itu terputar kembali. Aku telah membiasakan diri, kekasih. Tetapi suaramu adalah candu yang membuat jantungku selalu merasakan lindu.

Sepi menghias pada dinding remang, menertawai sosokku yang hanya bisa mendekap kenang itu tanpa bisa melakukan apaapa selain berbalas pesan lewat laman maya. Sungguh, kasih. Rindu ini berpesta pora setiap hari, tumpah ruah seperti air mata yang tersakiti. Waktu menanyakan hadirmu, pagi menanyakan kealfaanmu, aku memeluk sepinya waktu tanpa kamu di sampingku.

Rindu bermekaran serupa bungabunga, tidak berbau wangi tapi terasa begitu menyengat dan mengingat. Seumpama aku disampingmu, aku akan meminta kamu untuk menghirup aroma bunga rindu itu dengan saksama. Merasakan betapa terluka dan menderitanya perasaanku ketika rindu sedang manja-manjanya.

Aku rindu pada sapamu setiap pagi. Kecupmu yang basah juga senyummu yang sabit setiap menatap mataku.

Dan pagi ini, rindu sedang manjamanjanya, menyakiti
aku berulang kali, melukai aku berkali-kali. Tetapi aku tidak pernah bisa membuatnya tenang, sebab tanyaku tak pernah mendapat jawab, perihal kecup dan pelukmu yang tak tahu lagi kapan berpulang.

-perrmpuan aksara.

8 tanggapan untuk “Pesan Rindu pada Koridor Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s