Pesan Kepada Jarak

Waktu merampas temu menjadi duka termaha yang selalu menyakiti. Mawujud apa-apa rindu tak pernah enak untuk dirasakan. Pulang-pulang dan peluk-peluk adalah ungkapan yang sama untuk rindu dan waktu tunggu, sebab jarak menyekat perlaham semua hal termasuk kecupan. Aku ingin membunuh jarak, melipatnya hingga menjadi satu jengkal saja antara aku dan kamu yang sudah tak lagi bisa merasakan sesak itu sendirian.

Aku ingin melipat jarak untuk kekasihku, mengatasnamakan rindu yang sudah tidak lagi berbentuk untuk pulang kehariban Tuan. Semisal aku bisa berdamai dengan keadaan dan egois bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan, tidak sepelik ini rindu dan jarak mempermainkan perasaan. Tapi aku tahu, salah satu di antara aku dan kamu akan kalah pada akhirnya oleh jarak dan rindu.

Jarak melukai setiap rindu yang berkasih-kisah. Membuat derita itu semakin terasa merana oleh detak dan waktu yang merupa durjana. Semisal jarak kita hanyalah satu jengkal dari hadapan, tak pernah sabar aku untuk mendekap dan meyakinkan bahwa aku ada untuk rindumu yang luar biasa menyiksa.

Kekasih, aku hanya ingin kamu percaya. Bahwa segala hal ada titik temu yang tak pernah kita tahu kapan Tuhan akan menuliskan. Biarkan sekarang kita menjadi sekawanan rerindu yang meminta kepada waktu untuk meluruhkan derita ini. Aku harap kamu tidak menyerah dan lelah, sebab aku percaya. Mencintai berarti sabar menanti, untuk rindu yang setengah mati dan jarak ribuan jengkal yang selalu mengerjai.

-perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s