Perkara yang Berkhianat

Datang adalah kepergian yang tersemoga
menyesakki dada untuk menerima.
Mencintai adalah bahasa rindu
jarak yang tak terpungkiri
dan waktu yang mejelma menjadi halte
untuk temu yang belum tentu.

Matamu yang kepagian
mengingatkan aku pada senja yang pasi.
Kenangan mengurai.
Menggaruk sebagian dadaku yang lapang
untuk menerima derita berulang.
Tidak mudah bagiku meninggalkan
jika sebagian jantung adalah milikmu.
Pergimu berpaling
meninggalkan tubuhku yang beku.
Kenyataan melemparku sedemikan jauh
perlahan tapi pasti menggubah kenangan
menjadi derita paling menyakitkan.
Waktu menjadi halte tunggu
untuk jiwaku yang hampir mati ditikam janji.
Aku bisu, cintamu berpaling.
Kini bukan jarak sekat itu, aku dipaksa menerima
luka yang selalu aku hindari pedihnya.
Kamu menyulut api di dalam jerami
menebah derita batinku hingga koyak moyak.
Apakah pelukku kurang lapang
untuk air matamu yang tak kerontang?
Apakah mendua adalah jalan pulang
untuk jiwamu yang sudah punya tempat tinggal?
Aku membangkai di sini
terbunuh janji-janji palsu tak tentu.
Sekuat apa pun aku.
Pergimu adalah derita paling menyiksa
yang pernah aku alami.
Memilih jalan lain, ketika hati sudah menetapkan berlabuh
sepenuhnya pada rasamu.
Aku membenci waktu yang terbuang sia-sia,
menjadikanmu yang paling utama
sedangkan di hatimu aku tak berarti apa-apa.
Kini aku paham bahwa cintamu hanyalah kiasan. Senyum manis itu,
bukan milikku seorang.
Kamu menikam inti jiwaku, mendobrak kebencian
dan kepercayaan yang selalu aku jaga.
Matilah kamu bersama waktu,
bawalah kenang dan air mata yang kamu tinggalkan.
Usah menoleh kebelakang.
Sebab, pengkhianatan tak pernah mendapat kesempatan kedua
sekali pun kamu menunduk memina iba dan ampunan.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s