2.22 a.m

aku menangisi perkara pergi
yang kamu layangkan tadi pagi.
seribu rasa memenuhi tubuhku
air mata yang tak terbendung
juga perasaan yang seakan hancur.
kamu memilih melangkah,
meninggalkan tubuhku yang masih
memeluk gigilnya kesakitan.

tetapi, aku tidak bisa, kekasih.
perasaanku agung kepadamu, tidak
mampu pergi dan beranjak meski
berkali-kali kamu coba mengelak.
rasaku telah terpasung, hadirmu
telah membuat aku menjadi terbiasa.

ini bukan perkara cinta yang sederhana,
sayangku. ratusan hari telah aku habiskan
bersamamu. ratusan malam telah
mengikhtisarkan rasaku. aku tak akan
pernah pergi, kekasih. meski hadirku
bukanlah yang kamu ingini, tetapi
aku memaksamu untuk memeluk sisa
kerapuhan dalam jantungku yang hampir
remuk ini.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s