Teruntuk Diriku

aku ingin kamu melapangkan dada
atas segala duka yang termaktub di jantungmu.
perkara sakit itu, umpama
atau perasaan duka yang menggenapi
setiap tidur malammu.
aku tidak bisa menjanjikan bahagia
aku hanya ingin berusaha membuatmu tertawa.
menggenapi setiap ganjil
di hidupmu yang ganjal.
juga meneduhkan jiwamu yang terbentur
kenyataan pahit untuk kehidupan.

aku ingin kamu melapangkan dada
atas segala perih yang terturih,
tidak menyalahkan siapa pun untuk hidup
yang tidak baik baik saja.
atau menyadari setiap salah
yang pernah kita lakukan bersama.
sadar, kita hanyalah manusia,
bagian dari lingkaran bumi yang tak rata.

hidup kita penuh liku dan bencana,
suka juga duka yang menghias dilangit senja,
juga malam yang girang untuk
air mata yang tak pernah kerontang

aku ingin kamu melapangkan dada
untuk setiap rencana terbaik Tuhan
dihari-harimu yang belum terlaksanakan.

-perempuan aksara.

3 tanggapan untuk “Teruntuk Diriku

  1. Keren puisimu, Fitri. Salam kenal ya. masHP.
    sedikit catatan boleh ya:
    – preposisi/awalan di- untuk menunjuk tempat sebaiknya dipisah.
    itu aja.
    btw, ganjal dan turih aku baru denger. 😀
    selebihnya: nice poem.

    Suka

    1. turih – goresan.
      ganjal – mengganjal – perasaan yang menghalangi / tidak nyaman.

      di langit😬 maaf, kak. buru buru post🤣🤣 besok diperbaiki.

      terima kasih masukannya, sangat membantu🙏

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s