Tentang Menimba Ilmu

Aku pernah mendengar pepatah ini, “Kejarlah ilmu sampai ke Negri Cina.” atau “Kejarlah ilmu setinggi langit.” Tapi aku juga pernah mendengar kata begini, “Tiada guna berilmu jika tidak pernah kamu bagi ke orang yang membutuhkan.”


Semua pepatah, semboyan juga kata-kata itu ada benarnya, setiap kita pasti merasa bahwa diri kita adalah orang yang haus ilmu. Seperti apa pun kita, berpangkat apa pun kita, lulusan apa pun kita, sejatinya ilmu tidak pernah habis untuk ditimba. Ilmu tidak pernah habis untuk digali, maka beruntunglah bagi kita, kamu karena dengan semangat dan gigihnya mencari ilmu. Memintarkan diri sendiri sebelum membaginya kepda orang lain. Ilmu akan terasa sia-sia apabila kita enggan membaginya kepada orang lain. Ilmu juga akan terasa kurang sempurnanya apabila kita tidak pernah membagi. Menimba ada konotasi menambah di sana, di dalam kata menambah pasti ada kata penuh atau sesak. Begitu juga ilmu, semakin kita timba, kita juga harus mau tidak mau membaginya. Agar ilmu itu bermanfaat.

Berbekal dari pemikiran tersebutah kiranya, aku mengikuti grup chat kepenulisan. Memang dari awal menulis adalah hobi, kegiatan yang sering aku lakukan di luar pekerjaan. Mencoba mengotak atik kata demi kata untuk menjadi kalimat yang menarik dinikmati pembaca. Aku sudah berkali-kali mengikuti grup chat kepenulisan, tapi dari beberapa itu aku hanya memilih satu atau dua saja karena memang beberapa di antaranya kurang aktif. Dan sekitar dua minggu yang lalu, aku menemukan grup chat yang menurutku beda dari yang sudah aku ikuti, di mana kegiatannya lebih tersetruktur dan juga list membernya benar-benar jelas. Grup itu adalah Ikatan Kata.

Sebetulnya ini bukan hanya sekadar menemukan, tapi hasil dari menjelajah di salah satu akun blog seorang kawan. Dari tulisannya aku tertarik untuk masuk grup Ikatan Kata, setelah mengisi beberapa formulir yang berisi pertanyaan dan pernyataan akhirnya masauklah ke grup tersebut. Di sana tidak hanya menuntut member untuk aktif mengerjakan tugas tapi juga memberikan dorongan kepada para member untuk maju dengan list tugas yang diberikan di awal perkenalan.

Juga yang paling menarik di Ikatan Kata, membernya aktif untuk bertanya masalah kepenulisan atau di luar kepenulisan bahkan tidak sungkan untuk share tulisan mereka. Tidak ada kata aku ini member baru atau lama, di sana semua sama. Mencari ilmu dan membagi ilmu. Bukankah itu yang kita semua cari?

Jadi, tunggu apa lagi. Mumpung kesempatan masih terbuka lebar segera klik link ini untuk bergabung Ikatan Kata.

Salam-

– perempuan aksara

13 tanggapan untuk “Tentang Menimba Ilmu

  1. Ilmu takkan pernah habis ditimba, maka dari itu kita perlu terus belajar dan tidak berpuas diri.
    Di atas langit ada langit.
    Selamat bergabung di Ikatan Kata untuk belajar bersama2.

    Bagus Fitri tulisan pertamamu.
    😀

    Suka

  2. Masih relevan kah ? Atau hnya sekedar mengisi kekosongan saat lokdon. Atau karna sudah malas ngikuti media mainstream yang menulis / merekam / menyiarkan karna (duit).

    Jika masih relevan, sebutkan 2 manfaat yang mendasar selain nambah tmn dan wawasan. Karna teman ak sudah ribuan, wawasanku emang cupet tapi literalku cukup jika di rangkum menjadi sebuah buku (setidaknya) bisa menjadi 200 lembar A4 bolak balik.

    Suka

    1. bagi saya, dari awal masuk ke grup ini bukan untuk mengisi kekosongan ketika pandemi. karena memang buktinya saya masih sibuk kerjaa dan masuk grup ini salah satu tujuannya nambah ilmu, karena buktinya juga di sana adalah wadah yang tepat bagi saya menambah ilmu dengann tugas yang diberikan.

      saya selalu merendahkan diri saya serendah rendahnya jika masuk ke grup dan mendapat ilmu baru. hehe mau sebanyak apa pun wawasan bagii saya mencari ilmu tidak pernah berpatok pada semua itu.

      lalu, mendapat teman baru. untuk saya teman yang seribu dua ribu bahkan puluhan ribu akan sangat kurang jika tidak pernah membagi ilmunya. hehhe

      jadii, masuk grup itu pilihan si. kalo sekiranya butuh ilmu sila, kalopun sudah merasa mampu, engga juga gapapa. di sini tidak ada unsur pemaksaan. tapi untuk mereka yang memang benar benar mau saja.

      Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s