Surat Sakit Kepada Kekasihku

Terpisah jauh tubuh kita hari ini, kekasih. Pertemuan semalam hendaknya menjadi bahasa paling bisu untuk sebuah perpisahan yang sangat lekas terjadi. Senyummu masih lekat, bersama aroma tanganmu di rongga hidungku. Hidup telah mengajari kita arti sebuah perbedaan, mencintaimu umpama adalah hal yang paling aku impikan sejak pertama kali bertemu denganmu tiga tahun yang lalu. Manik matamu yang cokelat serta senyummu yang rekah, hiasan bagi wajah ayumu yang putih, berseri. Aku … aku hanyalah seorang lelaki lusuh yang cuma memiliki cinta sesuci tetesan embun, yang selalu ingin aku curahkan kepadamu sebagai kado terindah yang Tuhan berikan.

Almera, hendaknya telah kita lalui bersama waktu yang panjang. Dua puluh empat bulan bersamamu dalam kerahasiaan, mencintaimu dengan diam-diam. Tetapi engkaulah sebait semangat yang tak pernah habis untuk aku rapal di dalam bait-bait doa terbaik untuk Tuhanku Yang Esa. Serupa kebisuan yang menerpa tubuhku sekarang, seperti melompong yang tak pernah aku rasa sebelumnya. Tubuhku kesakitan sekarang, menerima seluruh derita yang kamu sayatkan langsung di dalam jantungku, aku ingin kamu, kasihku. Aku ingin kembali mencintaimu, membuatmu lebih bahagia daripada sekarang. Harap … aku hanya mampu berharap ini hanyalah mimpi buruk dan ketika aku terbangun aku mampu memelukmu lagi.

Kekasihku, apakah ini yang kamu minta dengan senyummu yang pasi untuk datang ke tempatmu? Menerima semua persembahan duka paling melukai dalam hidupku? Kehilanganmu.

Almera, bisakah kita saling ada untuk kembali sama-sama mengulang yang belum sempat terjadi? Sebab aku tidak lagi menjadi diriku tanpa kamu di sisiku, sebab aku tak lagi menajdi aku setelah kamu meninggalkan aku bersama kenangan yang sudah kita lalui. Dengarkan aku, Almera. Kembalilah untuk peluk yang kini gigil terpasung luka. Sebab, aku tak pernah mampu mengikhlas dirimu untuk meninggalkan aku secepat ini. Sebab, aku butuh kamu. Sebab, aku mencintaimu. Sebab … sebab aku telah menggadai seluruh tubuhku untuk mencintaimu dan ketika kamu mati aku juga akan mati.

Sampai jumpa di kedamaian, Kasih. Aku mencintaimu.
Rekli Alfonso-

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s