Separuh Rindu yang Jauh

kita menebas seluruh rindu, jalan-jalan berlubang juga pelukan pada pinggang yang tak pernah kamu lepas meski tanganmu kebas. aku mencintai aroma dahaga pada jantung yang lembab serupa kotamu yang panas tapi asri, kekasih. kutemukan selaksa tanya yang tak usah kamu jawab tetapi bisa aku pahami maknanya. memiliki.

bagai sepasang yang telah lama menunggu waktu pulang, seperti itulah aku dipelukmu. penuh elegi yang menyita banyak perhatian ketika kutemmukan senyuman yang malu-malu juga pelukmu yang tetiba singgah di tidurku malam itu. aku nyaman berada di sini dengan dicintai olehmu. orang-orang yang memeluk hangat obrolan kita setiap sore, juga keriangan bocah di beranda yang berlari memintaku untuk menemani.

ahh … waktu seperti cepat berlari ketika bersamamu. dukaku yang menguar membinasakan keinginanku pulang. aku masih merindukan matamu yang pagi juga senyummu yang malam. perhatianmu yang tak pernah luput juga sapamu di pagi hari yang menawarkanku secangkir teh hangat.

“sayangku, aku masih ingin mencintaimu dari dekat, tetapi waktu menyapu semua angan dan inginku untuk menetap.”

bisakah waktu menemukan pelukan kita kembali? seperti sore yang meninggalkan bibirku di pelipis kirimu waktu kita akan berpisah. kita sudah terlampau jauh melangkah dan berubah, menjadi sepasang yang tak pernah lenggang meninggalkan kabar meski jarak menjadi pemisah.

kekaksih, semoga pelukkmu tak salah merebah dan perasaanmu tak berbalik arah meski kita tak serumah. sebab, aku ingin di sini dan mencintaimu sampai mati.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s