Merangkai Bingkisan Hati

kita memudar pada
lembar-lembar nyawa yang
mendekap erat kebisingan
dalam hati yang menaruh
harap.

jalanmu terjal dan
panjang tetapi aku tidak
pernah ingin menggunakan
pesawat terbang untuk
menjangkaunya.

kaulah mata yang merangkai
rindu menjadi keabadian,
bentuk tak sempurna
dari ketidakmampuan.

sesaat aku terbangun dari
mimpi panjangku,
ketika aku menatap senyum
yang kamu layangkan untukku
dan aku menemukannya kembali.
di saku baju.

tidakkah kamu tahu, sayangku.
berjuta warna dedaun yang gugur
di musim ini, tak satupun yang
mampu membuat gugur
perasaaku padamu. meski
berulang kali
kamu membakar sampah dibawahnya.

– perempuan aksara.

5 tanggapan untuk “Merangkai Bingkisan Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s