Tentang Hari Ini

tubuh yang biru dan mulut yang beku
rindu di saku baju juga tawamu yang
membekas di kalbu. rasa bersalah dan
waktu tunggu. tawa yang pura-pura
dan hati yang tersiksa.

satu persatu, rasa penuh dan sesak
tidak ada perihal hari ini yang indah
selain matamu. juga pelukmu yang
kadang lupa untuk kamu pulangkan
kepadaku.

aku ingin matamu menjadi satu-
satunya indra yang bisa aku percaya
setelah seluruh perasaanku terkoyak-
moyak oleh duka dan luka yang selalu
kamu tebarkan.

malam ini saja, bisakah kamu menjadi
pijar paling terang ketika tidak ada bulan
dan pelukmu yang menghangatkan? setidaknya
pahami apa yang kamu rasakan, sebab tidak
ada yang baik-baik saja perihal meninggalkan.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s