Aku Menitip Pagi Pada Buburmu

pagi dan ingatan panjangtentang seseorang. aku mengambil kata-katadari bibir kekasih, untukkutanam dalam ingatan yangmudah lupa.menjadikannya satu denganwajah dan senyummu yangtak pernah tanggal sekali puntanggal merah. aku menatap lekat bayanganrindu-rindu yang terbangmelayangkan waktu, mengingatsaksama matamu juga kata-kata yang kamu titip padabuburku. ada yang abadi dalam matamu,kekasih. ada yang abadi padabibirmu-tawamu selepas menciumku sebelumperpisahan, di pagi hari. … Lanjutkan membaca Aku Menitip Pagi Pada Buburmu

Tidak Ada Hari Libur di Tubuh Kekasih

1.Kita terpasung jarakpada ruang yang ditinggalkanmati dan tidak bernyawa. 2.Tubuhmu tidak lagi menjaditempat tamasya yangasyik untuk aku kunjungiakhir-akhir ini.Kamu menjadi asingdan lupa tidur. Membunuhsetiap rinduku yangsudah keterlaluan menjadikepingan kenyataan menyakitkan. 3.Tidak ada lagi tempatliburan dan hiburan. Semuatempat ditutup termasukkalender tanggal merahdan tubuhmu yang penuhtumpukan pekerjaan. - perempuan aksara.

Merangkai Bingkisan Hati

kita memudar padalembar-lembar nyawa yangmendekap erat kebisingandalam hati yang menaruhharap. jalanmu terjal danpanjang tetapi aku tidakpernah ingin menggunakanpesawat terbang untukmenjangkaunya. kaulah mata yang merangkairindu menjadi keabadian,bentuk tak sempurnadari ketidakmampuan. sesaat aku terbangun darimimpi panjangku,ketika aku menatap senyumyang kamu layangkan untukkudan aku menemukannya kembali.di saku baju. tidakkah kamu tahu, sayangku.berjuta warna dedaun yang gugurdi musim ini, … Lanjutkan membaca Merangkai Bingkisan Hati

Menceritakan Perihal Mencintai

Detik menggelitik tubuh kita yang layu, jatuh-bangun berganti menjadi musim semi dan gugur yang seringkali kita abaikan. Merawat hati serupa merawat tubuh perempuan yang sedang mekar-mekarnya, tidak ada yang mudah semua perihal perasaan dan keadaan. Tidak ada yang bisa bahagia sekalipun sudah terbiasa. Aku jatuh hati kepada matamu yang malam, aku jatuh hati kepada bibirmu … Lanjutkan membaca Menceritakan Perihal Mencintai

Senyuman Pemerah Duka

hujan diberanda jantungpada pukul sebelas siang sebelumkhutbah masjid bercerita tentangjum'at yang kedinginan. umpama hari adalah kereta api,kuingin meminta diantarkan kepadapelukmu yang lapang. agartidak lagi aku tersakititersebab hadirmu yang belum pasti. rangkulah setiap senyum palsuyang terselip pada bibirku, sayang.aku ingin kamu menatapnyalebih lama danlebih jelas. senyum yang hanya denganmu kurasalebih manis dan lebih terasaindahnya. tapi, kamu … Lanjutkan membaca Senyuman Pemerah Duka

Sajak Sepi

malam dan panggilan-panggilan telpon yang diabaikan.rindu-rindu yang berhamburanjuga ingatan buruk yang tercecer di tepi ranjangaku ingin mengutuk nasib burukjuga berita buruk yang menghancurkandiriku juga kau, kekasih.yang selalu melumat habis percayapada rongga dada hingga alfa.ini bukan perihal bohong dan posesiftapi untuk tubuhmu yang lapang,tak aku izinkan siapa pun menginapdan menetap. kecualiaku. - perempuan aksara.

Seperti Malam Ini

aku tau,kangen adalah kematian yang tenangsenyum-senyum getirjuga luka-lupa yang setiap saatmeraung dalam inti jiwa. tapi kamu tak paham, sayangsetiap kali suaramu jauhhatiku merasa matisunyilalu aku bersuapada parasmu di mimpikuyang lupa pagi. apa kamu tau?kangen adalah kematian yang tenangseperti, kau ‚Ķkematian manis yang menggiring tubuhpada peluk yang tak bertuan. aku ingin mengumpat,sebab rindu mengerjaikuhingga sekarat.aku lelah … Lanjutkan membaca Seperti Malam Ini

Yang Tidak Pernah Kembali

kita pernah menjadi sepasang.lengan yang saling memeluk, kaki yang selalu beriring, hati yang selalu menguatkan,juga seulas tawa, pada senja sebelum tiba waktu magrib. mencintaimu umpama.serupa prasasti yang ingin aku tanampada relung rasa terdalam.menyegerakan temu juga waktu yang tak aku inginkan melambat,mencibir perasaan agung aku juga kamu. tetapi,langkah kita kalahpelukan kita melengangkaki yang beriring akhirnya berjalan … Lanjutkan membaca Yang Tidak Pernah Kembali