TERUNTUK KENANGAN

Tersentak aku ketika kerumunan masa lalu berteduh dari hujan air mata yang terus bergemricik. Mendung bermesraan menyambut kekalahanku di bawah langitnya. Bersamaan dengan aroma tubuh yang tidak asing, kisah tentangmu dan masa silam mengajakku menemui beribu makna di baliknya. Menyeret pada kerumunan tubuh puisi yang terbentuk di bawah pijar gemintang malam itu. Angin mengecup lambaian…

PELUKAN YANG BERPULANG

Jadikan rindu itu lebih tabah terjatuh pada hati yang tepat dengan waktu yang tak singkat. Aku ingin menetap dan menjadikannya pusara ketika serpihan lelah menggelayut di ujung waktu. __________________ Aku masih menggenggam carikan kertas yang semalam diberikan oleh seorang perawat rumah sakit. Dia berkata jika menemukannya di kantong jaket Jalu ketika autopsi. Suster itu juga…

KITA YANG TERBUNUH

Malam meremang tanpa hiasan. Hujan membasuh ratapan yang berkelar pada kecut senyum seorang perempuan. Ada waktu yang tak sempat berkata-kata. Mencium alunan perasaan di antara pialang yang rimbun bagai kebencian berulang. Di antara kesepian itu, sebuah mobil hitam metalik berhenti di depan rumah megah yang jarang dijamah di pinggir kota. Seorang lelaki lalu keluar dari…

SESUATU YANG PERLU KAMU TAHU

Malam ini hujan jatuh dengan ikhlas membasahi bumi. Dinginnya memeluk tubuh yang terjebak kesepian di antara gelegar guntur yang runtuh begitu saja. Ada senyum kecut yang dipaksa hadir oleh seorang lelaki, yang kali ini duduk di kursi kerjanya. Membuka selembar kertas yang akhir-akhir ini menjadi perhatiannya berulang kali setiap malam menjelang. Mungkin seseorang menulisnya dengan…

TERSERET DENDAM MASA LALU

Di antara senja yang merekah indah hari ini, kamu adalah kala yang lepas dipeluk semesta. Yang menghadirkan seribu desas-desus rasa tanpa rekayasa. Aku ingin mencintai ketiadaanmu, yang mudah sekali hilang dipeluk ketiadaan senja, fajar, dan malam secara bersamaan. Teruntuk ketiadaan, terima kasih telah mengajarkan kebisuan. ________________ Suara tetes air sisa hujan semalam masih menggenang di…

MALAM INI BEGITU MURAM

“Rain … bukain pintunya, aku mohon,” ucapku putus asa bersama ketukan ke pintu yang mungkin sudah kesekian kali, tapi tidak ada satu pun respon yang dia berikan. Apakah dia marah kepadaku karena kejadian beberapa hari yang lalu? Malam itu Rain mengusirku setelah dia merasa melakukan kesalahan yang sangat fatal. Apalagi di depan orang yang dia…

LUKA YANG TERLUKAI

Malam menyambut datangku dengan suka hati meski aku sendiri sama sekali tidak merasakan hal yang sama. Bulan tersenyum manis, pun dengan gemintang yang penuh kerlap-kerlip. Seolah mereka memamerkan keindahan masing-masing atau malah mereka ingin membuatku malu setengah mati karena aku kesepian dan murung di tengah kota yang tak pernah mati. Senyumku kecut, perjalanan dari tempat…