Meregang Nyawa di Dunia yang Sedang Sakit

akhir akhir ini, aku seringmendengar berita kematian.doa yang berhamburan dijalan, rindu yang dibiarkanmengudara lalu waktu yangmenjelma menjadi serapahperpisahan paling memilukan. lampu-lampu kota tak lagibernyawa, serupa manusia yangmeninggalkan nyawanya di rumahsakit dan di ambulance. dunia telanjur menjadi tempatmakam yang diam-diam menelanmanusia satu per satu. dunia bukanlagi tempat bermain yang asyik tanpamasker dan penyekatan. dunia, bukanlagi tempat … Lanjutkan membaca Meregang Nyawa di Dunia yang Sedang Sakit

Perihal Tubuh

tubuhku rimba dan sepi, yang terpasungjeruji besi demi menikmati sesuap nasi. tubuhku angka dan cerita, yang pada kepalanyaangka-kata menghitung dirinya sendiri. tubuhku asing dan lupa rumah, yang menghabiskanwaktu untuk merotasi pada lembar-lembarnota dan buku-buku tebal. tetapi, tubuhmu rumah, yang dengannya lelah membumidan pikiran merimba mencari tempatbermetamorfosa. - perempuan aksara.

Perpisahan Paling Panjang

ucapan selamat tinggal jugaperpisahan-perpisahan yangmeninggalkan bekas gincudi saku baju. preon yang ramai juga suaramesin menderu-deru. aku teringattawa yang kamu tawarkan sebelummeninggalkan jejak rindudi bawah rinai hujan kota solo.menebah segala resah yang hadirketika perpisahan menjadi satu-satunya kepergian paling panjang. "sampai jumpa," katamu. dan dunia kembali menjadi jari-jariyang melengang, memisahkan pelukyang tidak lagi bisa menghangatkan. -perempuan aksara.

Pukul Satu

sepi adalah perjalanan pergiuntuk rindu yang inginberpesta pora. sepi adalah perjalanan pulanguntuk jiwa yang lelahdihajar realitas. kesepian adalah perjalanan pulangdan pergi yang tidakbertujuan pasti. - perempuan aksara.

Menjadi Kemungkinan

Aku ingin jatuh hati sekali lagikepada matamu yang bintangmalam-malam yang lupa pagiatau kepada bibirmu lautanluas yang menenggelamkanpuluhan kapal. Detak waktu menjatuhkan ribuanleluka yang leluasa menjebak tangismupada peluknya. Yang tidak membiarkankamu tertawa meski kini kamu telahberdamai dengan masa lalu. Untukmu, aku hanya ingin menjadititik-titik semoga dan ribuan kemungkinanuntuk dapat menemani tawa yang hari inimasih pura-pura kamu … Lanjutkan membaca Menjadi Kemungkinan

Perihal

aku mengutip waktu yangbergerak. menjadi satu-satunya jalan tak putus untukmanusia sepertiku. juga kamu,semua perihal adalah tujuanyang selalu berbeda setiapharinya. kamu yang menuju masa depanmu,aku yang menuju kamu sebagai masadepanku. tidak ada perihal yang baikbaik saja hari ini. tidak ada. semuamanusia menyeret tubuhnya sendiri. danmemaki-maki keadaan yang diam-diammenertawakan. apa kamu juga sama sepertiku? yangterduduk, terjatuh, kesepian … Lanjutkan membaca Perihal

Tentang Hari Ini

tubuh yang biru dan mulut yang bekurindu di saku baju juga tawamu yangmembekas di kalbu. rasa bersalah danwaktu tunggu. tawa yang pura-puradan hati yang tersiksa. satu persatu, rasa penuh dan sesaktidak ada perihal hari ini yang indahselain matamu. juga pelukmu yangkadang lupa untuk kamu pulangkankepadaku. aku ingin matamu menjadi satu-satunya indra yang bisa aku percayasetelah … Lanjutkan membaca Tentang Hari Ini